Cara Membaca Huruf Korea: Konsonan Dasar

huruf konsonan dalam bahasa korea: konsonan dasar

Di materi kali ini, kita akan melanjutkan materi membaca hangeul ke bagian konsonan! Sebelumnya, sudah dibahas materi tentang vokal tunggal dan vokal ganda dalam bahasa Korea. Keseluruhan huruf dalam bahasa Korea adalah 40 huruf dengan 21 diantaranya adalah vokal. Jadi, tersisa 19 huruf yang berupa konsonan!

Table of Content
  1. Daftar Konsonan
  2. Konsonan Dasar

Kalau vokal adalah suara yang mengalir tanpa hambatan, konsonan itu adalah suara yang dihasilkan dengan menghambat aliran udara pada organ-organ yang ada di mulut dan di sekitarnya.

Berikut ini adalah daftar dari keseluruhan 19 huruf konsonan dalam bahasa Korea:

Tabel.1 Daftar Konsonan Bahasa Korea
Hangeul Romanisasi Simbol
g/k k
n n
d/t t
l/r l/r
m m
b/p p
s s
ng ŋ
j
h h
vh tʃʰ
k
t
p
kk k'
tt t'
pp p'
ss s'
jj tʃ'

Keliatan seram karena banyak? Kalau gitu, ayo kita kurangi dulu tabelnya karena 5 huruf diantaranya adalah konsonan kembar. Jadi, hafal konsonan dasarnya jauh lebih utama dan akan sangat membantu buat baca konsonan kembar. Dikurangi 5, jadi 14 huruf:

Tabel.2 Konsonan Kembar
Konsonan Kembar
ㄱ [g/k] ㄲ [kk]
ㄴ [n]
ㄷ [d/t] ㄸ [tt]
ㄹ [l/r]
ㅁ [m]
ㅂ [b/p] ㅃ [pp]
ㅅ [s] ㅆ [ss]
ㅇ [ng]
ㅈ [j] ㅉ [jj]
ㅎ [h]
ㅊ [ch]
ㅋ [k]
ㅌ [t]
ㅍ [p]

Nah, udah berkurang jadi 14 konsonan. Eits, tapi ternyata, dari 14 konsonan ini, 4 diantaranya adalah konsonan aspirat dari konsonan dasar. Apa itu aspirat? Nanti kita akan bahas, tapi pertama-tama kita kurangi dulu!

Tabel.3 Konsonan Dasar, Kembar, Aspirat
Konsonan Dasar Konsonan Kembar Konsonan Aspirat
ㄱ [g/k] ㄲ [kk] ㅋ [k]
ㄴ [n]
ㄷ [d/t] ㄸ [tt] ㅌ [t]
ㄹ [l/r]
ㅁ [m]
ㅂ [b/p] ㅃ [pp] ㅍ [p]
ㅅ [s] ㅆ [ss]
ㅇ [ng]
ㅈ [j] ㅉ [jj] ㅊ [ch]
ㅎ [h]* ㅎ [h]*

*huruf yang sama tetapi punya dua peran sebagai konsonan dasar, sekaligus termasuk ke dalam konsonan aspirat.

Sudah, deh. Tinggal bersisa 10 konsonan! Kalau udah gini, sama seperti vokal, kita akan belajar 10 konsonan yang paling dasar terlebih dahulu, baru nanti kita akan lanjut ke konsonan kembar dan aspirat karena mereka punya hubungan dekat dengan konsonan dasar.

Konsonan ㄱ (giyeok)

konsonan g (giyeok)

Konsonan pertama yang akan kita pelajari adalah giyeok (기역). Kalau dalam bahasa Indonesia, dia bisa kita samakan dengan huruf “g” atau “k”. Cara mudah buat tahu kapan kita baca sebagai “g” dan kapan kita baca sebagai “k” itu bisa dilihat dari posisi hurufnya. Kalau posisi hurufnya berada di awal suku kata atau digunakan sebelum vokal, umumnya giyeok akan dibaca sebagai “g”.

Contoh:

가다 = gada ==> berarti pergi
마감 = ma-gam ==> berarti tenggat

Atau batchim (konsonan yang muncul setelah vokal) giyeok yang melesap ke konsonan ieung (ㅇ) awal di suku kata selanjutnya.

Contoh:

먹어요 [머거요] = meo-geo-yo (makan)

Nah, kalau giyeok itu menjadi batchim dan konsonan selanjutnya bukan ieung (ㅇ), maka umumnya semua batchim giok akan dibaca “k”.

Contoh:

먹다 = meok-ta ==> makan
복 = bok ==> berkat atau kebahagiaan

Terakhir, tips agar giyeok kita kedengeran lebih ‘Korea’! Tipsnya adalah dengan membuat pelafalan giyeok ada di antara “g” dan “k” jadi kesannya agak ngambang-ngambang gimana gitu. Nah, bisa kita lihat kalau dilihat dari sejarahnya, huruf giyeok itu disimbolkan sedemikian rupa jadi ㄱ untuk menggambarkan posisi lidah kita saat mengucapkannya.

Untuk melafalkan giyeok, pangkal lidah kita harus menyentuh langit-langit belakang yang dekat sama tenggorokan. Di bagian ini, konsepnya sangat mirip dengan cara melafalkan huruf “k” dan “g” dalam bahasa Indonesia. Nah, selanjutnya bagian lidah lainnya digambarkan mendatar lurus dari pangkal lidah ke ujung lidah. Bagian ini yang agak beda dengan bahasa Indonesia. Umumnya, kita orang Indonesia akan memposisikan ujung lidah menekan ke bawah meletakkannya di belakang gigi bawah untuk memperkuat pelafalan huruf “g” dan “k”. Ini berbeda dari pelafalan giyeok yang memposisikan ujung lidah lurus tanpa menekannya ke bawah.

Konsonan ㄴ (nieun)

konsonan n (nieun)

Nah, selanjutnya ada huruf yang posisinya berkebalikan dari giyeok tadi. Kalau giyeok tadi siku-sikunya ada di belakang di bagian pangkal lidah. Kalau nieun (니은) ini, siku-sikunya ada di depan alias di bagian ujung lidah.

Cara pelafalan huruf nieun ini sama persis dengan cara pelafalan huruf “n” dalam bahasa Indonesia. Di sini, ujung lidah kita akan bergerak dari belakang gigi depan atas ke belakang gigi depan bawah. Jadi disimbolkan sebagai ㄴ sesuai dengan bentuk mulut kita pas melafalkannya. Jadi, kalau bingung yang mana giyeok dan yang mana nieun, kita bisa selalu mempraktekkannya di dalam mulut. Kalau giyeok yang ditekan bagian pangkal tenggorokan, sedangkan kalau nieun yang ditekan bagian ujung lidang dari belakang gigi depan atas ke belakang gigi depan bawah.

Tapi secara umum, nieun (ㄴ) dibaca sama persis kayak huruf “n” bahasa Indonesia, baik ketika dia menjadi konsonan awal atau batchim.

Contoh:

반 = ban ==> setengah
남자 = namja ==> laki-laki

Konsonan ㄷ (digeut)

konsonan d (digeut)

Selanjutnya ada huruf ㄷ alias digeut. Kalau diromanisasikan dalam bahasa Indonesia umumnya sama dengan “d” atau “t” dalam beberapa keadaan. Konsepnya mirip dengan giyeok (ㄱ) yang jika muncul di awal suku kata sebelum vokal, digeut dilafalkan dengan “d”. Begitu juga ketika digeut muncul sebagai batchim, tetapi konsonan awal setelahnya adalah ieung (ㅇ) sehingga digeut melesap ke dalam suku kata setelahnya.

Contoh:

Konsonan awal dalam suku kata:
담배 = dambae —> rokok
바다 = ba-da —> laut

Konsonan batchim digeut bertemu dengan konsonan awal ieung (ㅇ):
받아요 [바다요] = ba-da-yo —> menerima

Cara pelafalan digeut sesuai dengan simbolisasi huruf ini: ㄷ. Pangkal lidah naik ke atas menuju pangkal tenggorokan, tapi gak sampai menutupi aliran napas, cukup agar ujung lidah bisa naik ke atas juga. Perbedaannya dengan “d” atau “t” dalam bahasa Indonesia ada di posisi ujung lidah. Kalau dalam bahasa Indonesia, posisi lidah kita cenderung akan menekan bagian langit-langit mulut untuk melafalkan huruf “d” dan “t” lebih jelas. Tapi, untuk melafalkan digeut dengan baik, ujung lidah harus diletakkan persis di belakang gigi depan sama seperti simbol aksaranya. Coba rasakan bedanya deh. Rasanya kayak agak cadel gitu ya? Tapi beginilah cara terbaik untuk melafalkan digeut.

Konsonan ㄹ (rieul)

konsonan l (rieul)

Selanjutnya ada konsonan ㄹ alias rieul yang kalau dilihat dari aksaranya agak mirip dengan huruf 2 ala robot, ya? Dalam bahasa Indonesia, rieul bisa dipadankan dengan huruf “r” dan “l”. Meskipun keliatan kayak dua huruf yang beda banget, tapi mereka punya hubungan yang dekat. Yup, anak-anak yang baru belajar bicara umumnya akan kesulitan buat melafalkan huruf “r” dan akhirnya menggunakan huruf “l”. Konsepnya agak mirip!

Sama seperti giyeok dan digeut, ada kala-kala tertentu yang bikin rieul dilafalkan sebagai “r” dan “l”. Ketika rieul menjadi konsonan awal dari suatu suku kata, atau menjadi batchim yang bertemu dengan konsonan awal ieung (ㅇ), maka rieul dilafalkan sebagai “r”.

Contoh:

라면 = ra-myeon —> ramen
사람 = sa-ram —> orang/manusia
발음 [바] = ba-reum —> pelafalan

Jika rieul digunakan sebagai batchim dengan konsonan awal setelahnya bukan ieung (ㅇ), maka rieul dilafalkan sebagai “l”.

Contoh:

발 = bal —> kaki
빨간색 = ppal-gan-saek —> warna merah

Konsonan ㅁ (mieum)

konsonan m (mieum)

Konsonan selanjutnya adalah mieum (미음) yang bisa kita samakan dengan huruf “m” dalam bahasa Indonesia. Bentuknya kotak, melambangkan bibir atas dan bibir bawah yang keduanya harus dilekatkan satu sama lain untuk menciptakan bunyi “m”.

Untuk konsonan mieum, dia dilafalkan sama di posisi apa pun, baik menjadi konsonan awal sebelum vokal maupun ketika menjadi batchim.

Contoh:

몸 = mom —> tubuh
밤 = bam —> malam
말 = mal —> kuda

Konsonan ㅂ (bieup)

konsonan b (bieup)

Selanjutnya ada konsonan bieup (비읍) yang kalau dibandingin sama konsonan sebelumnya mieum ㅁ agak mirip, bukan? Kenapa bisa mirip? Karena organ mulut yang digunakan untuk melafalkan bieup kurang lebih sama dengan organ mulut yang digunakan untuk melafalkan mieum. Dalam bahasa Indonesia, bieup ini bisa dilafalkan menjadi “b” atau “p” yang sama-sama dilafalkan dengan cara mengatupkan bibir.

Perbedaan aksara antara mieum ㅁ dengan bieup ㅂ cuma ada di garis horizontal bagian atas yang lebih rendah untuk bieup. Kalau mieum posisinya pas kotak. Kalau bieup garis atasnya ada di tengah. Ini dikarenakan oleh posisi bibir yang cenderung lebih ke bawah ketika melafalkan huruf “b” atau “p” daripada ketika melafalkan huruf “m”.

Kapan dilafalkan sebagai “b” dan kapan dilafalkan sebagai “p”? Serupa dengan huruf-huruf sebelumnya, ada perbedaan pelafalan tergantung ada di mana posisi bieup. Ketika bieup diposisikan di awal suku kata atau menjadi batchim yang bertemu dengan awal konsonan ieung (ㅇ), maka bieup dilafalkan sebagai “b”.

Contoh:

바다 = bada —> laut
가방 = ga-bang —> tas
집안 [자] = ji-ban —> rumah tangga/keluarga

Sedangkan ketika bieup menjadi batchim yang bertemu dengan awal konsonan selain ieung (ㅇ), maka bieup biasa dilafalkan menyerupai “p”.

Contoh:

가볍다 = ga-byeop-da —> ringan
김밥 = gim-bap —> nasi yang digulung menyerupai sushi

Sedikit catatan dalam mengucapkan bieup yang menyerupai huruf “p”. Ketika melafalkan huruf “p”, umumnya kita akan melekatkan bibir atas dan bibir bawah dengan cukup kuat sehingga tidak ada udara yang keluar di antara dua bibir. Berbeda dengan huruf “b” yang lekatannya lebih ringan. Untuk melafalkan bieup yang menyerupai “p” lebih natural, kita bisa melekatkan kedua bibir dengan tenaga yang ada di tengah-tengah antara ketika kita mengucapkan “b” dan “p” dalam bahasa Indonesia. Jadi sedikit lebih ringan dari huruf “p” yang kuat.

Konsonan ㅅ (siot)

konsonan s (siot)

Selanjutnya ada konsonan siot (시옷) yang dalam bahasa Indonesia bisa disamakan dengan huruf “s”. Bentuk aksaranya mirip garis yang menyerupai puncak segitiga. Ini sebenarnya menyerupai bentuk lidah ketika melafalkan huruf “s”. Lidah kita kayak membentuk gelombang yang mengalirkan udara sehingga bisa keluar suara mendesis “sss”.

Kalau siot berada di posisi konsonan awal sebelum vokal atau menjadi batchim yang bertemu dengan ieung (ㅇ), dia dilafalkan secara normal menjadi “s”.

Contoh:

사람 = saram —> orang
버스 = beo-seu —> bis
맛있어요 [마써요] = ma-si-sseo-yo —> enak/lezat

Tetapi, ketika siot menjadi batchim tunggal, atau batchim yang bertemu dengan huruf selain ieung (ㅇ), siot dilafalkan menjadi “t”.

Contoh:

맛 = mat —> rasa
다섯 = da-seot —> lima
짓다 = jit-da —> membangun/membuat

Konsonan ㅇ (ieung)

konsonan ng (ieung)

Sebetulnya konsonan ieung punya bunyi mendengung “ng”. Tetapi, ini hanya terjadi jika konsonan ini berada di posisi batchim. Gimana kalau ieung muncul sebagai konsonan awal dalam suatu suku kata? Itu akan membuat ieung menjadi konsonan kosong. Maka dari itu, konsonan ini banyak disebut sebelumnya. Batchim konsonan lain akan melesap ke suku kata selanjutnya jika suku kata tersebut diawali oleh konsonan ieung. Kenapa bisa begitu? Karena konsonan ieung yang muncul di awal suku kata, tepatnya sebelum vokal apapun tidak dilafalkan. Tetapi, konsonan kosong ini diperlukan agar semua vokal bisa ditulis secara mandiri.

기 = ini tidak dilafalkan sebagai “ngagi” melainkan “agi” karena ieung yang digunakan sebagai kosakata pertama di suatu suku kata tidak dilafalkan.

우유 = tidak dilafalkan sebagai “ngungyu” melainkan “u-yu” karena kedua ieung terletak di awal masing-masing suku kata sehingga tidak dilafalkan.

Berbeda jika ieung berlaku sebagai batchim:

방 = bang —> ruang, kamar
사랑 = sarang —> cinta
방식 = bangsik —> cara

Ieung akan tetap dilafalkan sebagai “ng” jika berfungsi sebagai batchim. Ieung dituliskan sebagai ㅇ dengan bentuk bulat yang menyerupai bentuk mulut ketika membunyikan dengungan.

Konsonan ㅈ (jieut)

konsonan j (jieut)

Konsonan jieut (지읒) dalam bahasa Indonesia kerap disamakan dengan huruf “j” dan memang mirip sekali. Ketika terletak di awal suku kata atau berfungsi sebagai batchim yang bertemu dengan suku kata ieung (ㅇ) seperti biasa, batchim jieut akan melesap naik ke atas suku kata setelahnya dan dilafalkan sebagai “j”.

Contoh:

짓다 = jit-da —> membangun/membuat
가지다 = ga-ji-da —> membawa
갖은 [가즌] = ga-jeun —> seluruhnya

Namun, ketika jieut berfungsi sebagai batchim dan bertemu dengan konsonan lain selain ieung, maka jieut akan dilafalkan dengan “t”.

갖다 = gat-da —> membawa
맞다 = mat-da —> benar

Konsonan ㅎ (hieut)

konsonan h (hieut)

Selanjutnya ada konsonan hieut (히읗) yang biasa dipadankan dengan huruf “h” dalam bahasa Indonesia. Hieut cukup unik karena perbedaan posisi letaknya bisa membedakan bagaimana huruf ini dilafalkan.

Ketika menjadi konsonan awal, hieut akan dilafalkan sebagai “h”:
하루 = ha-ru —> sehari/satu hari
하나 = ha-na —> satu
답하다 = dap-ha-da —> menjawab

Ketika menjadi batchim, hieut tidak dilafalkan, melainkan melesap ke dalam konsonan setelahnya:
좋다 = jo-ta —> suka, bagus
빨갛다 = pal-ga-ta —> merah

Gimana pemanasan 10 konsonan pertama? Ayo coba uji pemahaman teman-teman dari materi konsonan dasar lewat mini quiz!

Selain itu, jangan lupa ada juga printable exercise yang bisa teman-teman akses untuk belajar menulis hangeul!

Referensi

National Institute of Korean Language. (2005). Wegugineul wihan hangugeo munbeop (Hangugeo Gyoyuk Chongseo 1). Seoul, South Korea: Communication Books.

Posting Komentar

0 Komentar