Cara Membaca Huruf Korea: Konsonan Aspirat

konsonan aspirat dalam bahasa korea

Materi konsonan selanjutnya setelah Konsonan Dasar dan Konsonan Kembar adalah Konsonan Aspirat. Kita akan membahas 4 huruf terakhir yang tersisa, yakni ㅋ, ㅌ, ㅍ, dan ㅊ.

Table of Content
  1. Konsonan Aspirat

Konsonan Aspirat

Sebenarnya konsonan aspirat itu apa sih? Terus bentuknya padahal beda banget sama konsonan-konsonan sebelumnya, tapi kenapa mereka gak ikut dibahas di konsonan dasar yang sepuluh itu?

Kita bahas satu persatu dari pertanyaan pertama. Konsonan aspirat adalah konsonan yang diucapkan dengan hembusan udara yang kuat. Jadi, sebetulnya konsonan aspirat ini berkebalikan dari konsonan kuat yang tadi kita udah pelajari. Ketika kita melafalkan kelima konsonan kuat sebelumnya, kita relatif menekan organ-organ mulut kita untuk menahan aliran udara untuk keluar, kan? Nah, berkebalikan dari itu, ketika melafalkan konsonan aspirat hembusan udara saat mengucapkan bunyi harus kuat. Ketika meletakan kertas tipis atau tisu tepat di depan mulut kita saat mengucapkan konsonan aspirat, kertas atau tisu tadi harus bergerak yang menandakan mereka bergerak karena ada hembusan udara.

Konsonan aspirat dalam bahasa Korea sebenarnya ada 5, yaitu ㅋ (kieuk), ㅌ (tigeut), ㅍ (pieup), ㅊ (chieut), dan ㅎ (hieut).

Tabel.1 Konsonan Aspirat
Konsonan Dasar Konsonan Kembar Konsonan Aspirat
ㄱ [g/k] ㄲ [kk] ㅋ [k]
ㄷ [d/t] ㄸ [tt] ㅌ [t]
ㅂ [b/p] ㅃ [pp] ㅍ [p]
ㅈ [j] ㅉ [jj] ㅊ [ch]
ㅅ [s] ㅆ [ss]
ㅎ [h] ㅎ [h]

Tetapi, kalau teman-teman masih ingat, kita sudah mempelajari hieut dalam 10 konsonan dasar. Ada beberapa anggapan yang mengatakan kalau konsonan aspirat lainnya, yakni ㅋ, ㅌ, ㅍ, dan ㅊ terbentuk ketika konsonan dasar bertemu dengan hieut (ㅎ). Yup, jadi setiap konsonan ini punya bentuk dasarnya!

Inilah alasan dari kenapa ㅋ, ㅌ, ㅍ, dan ㅊ tidak dibahas sekalian di konsonan dasar. Ini karena keempat konsonan ini masing-masing merupakan bentuk aspirat dari konsonan ㄱ, ㄷ, ㅂ, dan ㅈ. Loh, tapi kan bentuknya beda banget?

Sebenarnya, kalau kita perhatikan betul-betul, mereka gak beda jauh kok! Ada satu fitur yang paling membedakan, yaitu tambahan garis horizontal. Ini menyimbolkan aliran udara yang ikut keluar bersamaan ketika kita melafalkan bunyi huruf tersebut. Ayo kita bahas satu per satu!

Kosonan ㅋ (kieuk)

konsonan kh bahasa korea

Kalau teman-teman masih ingat tabel konsonan yang muncul di materi konsonan dasar, notasi dari huruf-huruf aspirat mengandung satu huruf “h” kecil di samping huruf mereka. Dalam kasus ini, ㅋ dinotasikan dengan “kʰ”. Ini bukan tanpa alasan, tetapi ini memudahkan kita dalam menentukan bunyi seperti apa yang harus keluar. Nah, sebetulnya cara mudah dalam melafalkan ㅋ adalah dengan menambahkan “h”. Jadi yang biasanya dilafalkan “ka”, jadi dilafalkan “kha”. Dengan cara ini, hembusan udara yang keluar jadi besar.

Dalam penulisannya, ada tambahan satu garis horizontal tambahan di tengah-tengah. Menyimbolkan adanya aliran udara yang ikut keluar bersamaan. Tetapi, ketika meromanisasikan ㅋ, umumnya huruf ini tetap ditulis sebagai “k” biasa meskipun dibaca dengan “kh”.

Contoh:

카드 = dituliskan sebagai “ka-deu”, tetapi dibaca “kha-deu”

Konsonan ㅌ (tigeut)

konsonan th bahasa korea

Selanjutnya adalah bentuk aspirat dari konsonan ㄷ, yakni ㅌ. Bentuk aksaranya mirip dengan ㅋ yang menambahkan satu garis horizontal di tengah dari bentuk awal. Bentuk awalnya ㄷ, versi aspiratnya tambah satu garis di tengah sebagai simbol aliran udara jadi ㅌ. Kali ini, yang mulanya “다” dilafalkan “da” atau “ta” kemudian dilafalkan menjadi “tha” ketika melafalkan bentuk aspiratnya yaitu “타”. Tetapi, serupa dengan “kh” yang tetap diromanisasikan sebagai “k”, “th” juga tetap diromanisasikan sebagai “t” meskipun dibaca “th”.

Contoh:

태국 = diromanisasikan dengan “tae-guk” tetapi dibaca dengan “thae-guk” —> Thailand
같아 = diromanisasikan dengan “ga-ta”, tetapi dibaca dengan “ga-tha” —> sama/serupa

Catatan: jangan lupa memposisikan lidah di belakang gigi depan dan bukan digigit di antara gigi atas dan bawah!

Konsonan ㅍ (pieup)

konsonan ph bahasa korea

Selanjutnya ada konsonan bentuk aspirat dari bieup (ㅂ), yakni pieup (ㅍ). Nah, tapi teman-teman mungkin bertanya-tanya garis horizontal yang menunjukkan aliran udaranya ada di mana? Kalau dilihat-lihat, huruf pieup (ㅍ) ini mirip dengan mieum (ㅁ), bukan? Yup, ini karena garis yang di bagian atas itu tidak menunjukkan aliran udara, melainkan menunjukkan bentuk mulut yang akan lebih lebar ketika huruf yang keluar merupakan huruf aspirat. Sama seperti dua konsonan sebelumnya, ketika melafalkan huruf ini diperlukan hembusan yang besar. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia, pieup (ㅍ) cenderung dilafalkan dengan “ph”.

Jika kita coba memegang tisu atau kertas di depan mulut kita dan melafalkan “pha” (ingat, konsonan harus berdiri bersama vokal untuk bisa diucapkan, jadi kita akan gunakan vokal “a” dalam contoh), akan ada hembusan udara yang ikut keluar. Nah, jika teman-teman bisa merasakan hembusannya, maka pelafalan teman-teman sudah betul!

Untuk romanisasinya, sama seperti ketiga huruf sebelumnya. Meskipun dilafalkan dengan “ph” tetapi, romanisasi ㅍ dalam alfabet latin tetap dituliskan dengan “p” saja.

Contoh:

아프다 = diromanisasikan dengan “a-peu-da”, tetapi dibaca dengan “a-pheu-da” —> sakit
앞에 = diromanisasikan dengan “ape” tetapi dibaca dengan “aphe” —> di depan

Konsonan ㅊ (chieut)

konsonan ch bahasa korea

Konsonan aspirat terakhir sekaligus huruf hangeul terakhir yang kita pelajari adalah chieut (ㅊ). Chieut (ㅊ) merupakan bentuk aspirat dari jieut (ㅈ). Menuliskan chieut (ㅊ) juga tidak sulit, cukup menambahkan sedikit garis horizontal di atas jieut (ㅈ). Nah, chieut (ㅊ) ini biasa dilafalkan dengan “ch”. Kalau dibandingkan dengan versi konsonan kuatnya ssang jieut (ㅉ) yang dilafalkan dengan “c”, misalnya “ca-ca-ca”, chieut (ㅊ) ini dilafalkan menjadi “cha-cha-cha” yang menghembuskan banyak udara.

Berbeda dari ketiga konsonan sebelumnya, chieut (ㅊ) diromanisasikan sama seperti cara pelafalannya, yaitu dengan “ch”.

Contoh:

처음 = cho-eum —> pertama/mula-mula

Lengkap sudah materi hangeul kita semua! Dengan ini, kita sudah menyelesaikan semua materi cara membaca dari mulai Vokal Tunggal, Vokal Ganda, Konsonan Dasar, Konsonan Kembar, dan Konsonan Aspirat lengkap 40 huruf! Selanjutnya, kita akan belajar cara menyusun dan membaca suku kata dalam bahasa Korea. Sebelum melanjutkan ke materi selanjutnya, teman-teman juga bisa mencoba mini quiz tentang konsonan aspirat untuk menguji pemahaman teman-teman, lho.

Selain itu, jangan lupa ada juga printable exercise yang bisa teman-teman akses untuk belajar menulis hangeul!

Referensi

National Institute of Korean Language. (2005). Wegugineul wihan hangugeo munbeop (Hangugeo Gyoyuk Chongseo 1). Seoul, South Korea: Communication Books.

Posting Komentar

0 Komentar