Kalau teman-teman sudah tahu caranya membaca huruf Korea, (kalau belum mulai dari Belajar Hangeul) ini adalah saatnya untuk kita belajar struktur kaliat dalam bahasa Korea. Sebelum kita masuk ke dalam materi, kita akan membahas terlebih dahulu, nih. Sebenarnya struktur kalimat itu apa dan yang mana sih?
Table of Content
Pengertian Struktur Kalimat
Struktur kalimat adalah susunan atau urutan kata-kata yang membentuk sebuah kalimat yang jelas dan dapat dipahami sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Dalam bahasa Indonesia sendiri, struktur kalimat biasanya terdiri dari beberapa elemen utama yang mungkin teman-teman sudah gak asing lagi. Yakni, subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K) atau yang sering kita dengar sebagai SPOK.
S + P + O + K
Suatu kalimat dalam bahasa Indonesia, biasanya memiliki setidaknya subjek (S), predikat (P), dan objek (O).
Meskipun begitu, ada beberapa predikat yang tidak memerlukan objek
Struktur kalimat Bahasa Korea
Nah, kalau dalam bahasa Korea, apakah mereka punya struktur yang sama dengan kita? Jawabannya, tidak. Bahasa Korea punya struktur kalimat yang berbeda dari bahasa Indonesia. Tapi tenang saja! Rumus dari struktur kalimat bahasa Korea, mudah dihafal kok! Rumusnya adalah SOP. Yakni subjek (S), objek (O) dan predikat (P).
S + O + P
Jadi, contoh kalimat sebelumnya akan berubah menjadi seperti ini kalau dalam bahasa Korea:
Kalau belum terbiasa agak aneh, ya? Nah, satu catatan yang paling penting adalah kalimat dalam bahasa Korea selalu diakhiri oleh predikat. Baik kata kerja maupun kata sifat.
Terus kalau keterangan(K) ditaruh di mana? Kalau dalam bahasa Indonesia, kata keterangan itu kan biasanya ditaruh di akhir, ya. Tapi tadi kan katanya dalam bahasa Korea, kalimat selalu diakhiri oleh predikat. Lantas, diposisikan di mana keterangan(K) ini? Jawabannya adalah setelah subjek! Jadi, rumus lebih lengkapnya akan terlihat seperti ini:
S + K + O + P
Nah, sekarang ayo kita coba menambahkan keterangan dalam contoh sebelumnya.
Ibu memasak ayam goreng untuk sarapan
Kalau dalam bahasa Korea akan menjadi seperti ini:
Ibu untuk sarapan ayam goreng memasak
Contoh lain misalnya:
Ayah tidur di kamar
Strukturnya dalam bahasa Korea:
Ayah di kamar, tidur
Mungkin agak rumit ya, jika baru pertama kali melihat struktur kalimat yang seperti ini. Tetapi, perlahan-lahan kita bisa terbiasa, kok. Jangan menyerah!
Cara Membedakan Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan dalam Bahasa Korea
Kalau dalam bahasa Indonesia, gimana caranya membedakan subjek, predikat, objek, atau keterangan? Biasanya cuma dilihat dari urutannya saja, bukan? Karena gak ada ciri khusus di setiap elemen, kita cuma bisa menebak dari urutannya. Sisanya? Kebanyakan dari kita mungkin akan bilang “Ya, pake feeling aja”. Hahaha.
Nah, tapi ada berita baik untuk teman-teman. Bahasa Korea menggunakan penanda khusus untuk membedakan subjek, predikat, objek, dan keterangan! Jadi, teman-teman gak perlu nebak-nebak atau pakai feeling dalam bahasa Korea. Penanda khusus ini disebut partikel.
Khususnya subjek, objek, dan keterangan ketiganya punya partikel penandanya masing-masing. Kalau predikat gimana? Kalau predikat, dia pasti dilekati oleh akhiran yang disebut ending.
Cara penggunaan partikel dan ending itu sama. Sama-sama dilekatkan pada elemennya masing-masing.
Subjek (+ partikel penanda subjek) + Keterangan (+ partikel penanda keterangan) + Objek (+ partikel penanda objek) + Predikat (+ ending)
Kalau begini, jadi lebih mudah ya, untuk memahami kalimat!
Materi ini kita cukupkan sampai di sini. Tugas teman-teman adalah untuk memahami struktur dalam bahasa Korea dan apa bedanya dengan bahasa Indonesia. Kalau disimpulkan secara sederhana, ini adalah hal yang kita bahas dari tadi:
- Bahasa Korea memiliki struktur kalimat SKOP.
- Setiap elemen ditandai oleh partikel atau ending pada predikat.
Untuk selanjutnya, kita akan membahas satu per-satu tentang partikel-partikel ini. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya!


0 Komentar